Jumat, 01 November 2013

My Daily Activities

Yapp.. ini cumalah tugas bahasa inggris gue yang perintahnya membuat minimal 5 paragraf yang isinya menceritakan kegiatan sehari-hari. berhubung komputer gue terinfeksi virus, maka dari itu tugas ini gue simpen aja di blog. mungkin aja suatu saat gue perluin lagi yekan. dari pada nanti gue nyesel gara-gara filenya ke makan virus. hmm ya mudah-mudahan aja ini juga berguna buat yang baca. ya mungkin masih banyak yang salah sih di grammarnya, maklumin aja yak namanya juga gue masih belajar. untuk membuat cerita sepanjang ini tuh bener-bener deh butuh ketelitian maksimal, apalagi kalo di translate dulu lewat google translate. weelll.. let's read to my daily activities.

My Daily Activities

Every day, I usually wake up at five o’clock in the early morning. After wake up, I pray Subuh at five past ten in the early morning. And every morning I have not breakfast because it make me feel stomachache. So after pray, I immediately take a bath and get ready to go to school. I leave the house for attend my school at a quarter past six if I am not oversleep. I go to school by motorcycle. Because my house is not too far to school, then I only take five minutes to drive to school if i do not experience congestion on the road.

When I arrive in school, I go to my seat to put my bag. My school's bell ring at half past six in the morning. Almost of students are ready in the classroom to wait the teachers. When teacher come on time, we immediately start the lessons. And then break time's bell usually ring at a quarter past nine in the morning except Friday. The break time's bell on Friday ring at half past nine in the morning.

At break time I usually joke or buy some snacks together with my friends. Then twenty minutes later, the bell will ring. Well, It is time to start the lessons again until the lessons are finish. We usually go home at a quarter past twelve in the noon for Monday until Wednesday. And go home at a quarter less twelve in the noon on Thursday and Saturday. On Friday, we usually go home at a quarter past eleven in the noon. After the bell is ring, I usually chat with my friends for a while and go to a school’s park together.

I usually arrive home at half past twelve in the noon. After put my shoes on the shoe rack, I go to my room to change my clothes. And then I pray Dzuhur at half past one in the noon. After pray, I go to my bed for take a nap at two o’clock in the noon. And I usually get up around four o’clock in the afternoon. Then I pray Ashar and take a bath around five o’clock in the afternoon.

But on Tuesday and Thursday, I follow the course at four o’clock. So I just take a nap until three o’clock in afternoon. Then I take a bath and immediately pray Ashar at twenty five less three in the afternoon. After I prepare, I go to my course at four o’clock in the afternoon. I learn in there for three hours with a half hour to break time. And two hours after the first finished, so it is time to rest at six o’clock. I go to the mosque to pray Maghrib and buy some snacks. After half an hour passed , time to return to the lessons. Around half past seven in the evening, the study is finish and it is time to go home.I arrive home around eight o’clock in evening when a trip does not experience congestion. After that, I have dinner at twenty past eight in the evening. After dinner, I pray Isya at half past nine in the evening. After pray, I do homework or study for exam on the next day.

But if the weekday, every afternoon I do a little of homeworks. At around six o’clock in the evening. I rest to pray Maghrib and i have dinner. At half past seven in the evening, i pray Isya and study again at eight o’clock in the evening. When all tasks complete, I tidy my books and go to bed to sleep in late at night around twelve o’clock in the middle night or one o’clock in the middle night. But if i feel so tired, after pray Isya at around nine o’clock in the evening I am sleep well.

Jumat, 04 Januari 2013

Patah Hati


Dalam bayangan ilusi dibawah angan berdiri
Aku tak dapat melihat rupa kasih yang terlukis dalam kristal nirmala
Sepucuk daun gugur dekat beranda
Menyamarkan pandanganku ketika ku sempatkan menoleh keluar

Kabut hitam telah rabunkan gerhana dibalik awan
Menghalang kemilau cinta dalam pelangi surga
Yang bersemayam dalam ketenangan jiwa
Namun telah sesak di penuhi ragu

Kini kristal ku telah pecah
Menjadi serpihan cermin yang rapuh
Pancuran laraku telah menarikku ke lembah nestapa
Mencium ketidak sudian menerima segala pasti
Diam terpaku bak mumi dalam peti...

created by Sheli Rahmawati

I LOVE YOU


Mengenang balada di jembatan kasih indah cemara
Berbagi ceria sejuta canda warnai hari kita
Diatas aroma harum bunga-bunga
Dalam hembusan angin yang melambai-lambai
Mengajak sepasang kaki untuk menari..

Setiap adegan telah banyak kita lewati bersama
Sekalipun kadang bersimpang pada labirin jiwa
Tapi cinta selalu tutupi hati yang dilanda merana
Dengan sentuhan jemari kasih berselendang sutra

Coba lihat ukiran nama pada lubuk hatiku
Tersirat makna kata ‘I LOVE YOU’
Siapa tau ilusi mimpi akan satukan cinta kita
Walau tidak, akan tetap aku jaga selamanya..

Sekalipun badai mengikiskan cinta kita
Mengombang ambingkan harapan ke pulau tak berpenghuni
Tetap akan kita lewati hologram cinta semu menjadi nyata
Yang akan tetap abadi sampai raga tak bernyawa lagi..

Sajak doa akan terus bernyanyi..
Mimpi kasih kan terus bersambung..
Percayalah cinta kita kan terus bersemi
Karena hanya kamu kekasihku tersayang

created by Sheli Rahmawati

Cinta yang Tersimpan


Raungan luka yang berperi kini menjerit lewat lara..
Mangharap merpati datang membawa surat si peri putih..
Mencari jejak sang kekasih hati
Yang terbang tinggalkan ku seorang..
Malam ku terasa hening tanpa suara yang tersirat dari bibir manismu..
Dimana gerangan menemaniku dari segala tiba..
Aku hanya ingin bersama cinta yang membara
Seperti pelangi yang kalut dalam menerka langit abu-abu
Aku sendiri dalam guyuran air mata
Aku tersesat dalam jiwa kebimbangan
Mencari jalan pintas dalam kesuraman
Jawaban ku tak lain dan tak bukan..
Hanya mencari cinta kasih yang tersimpan..

created by Sheli Rahmawati

Cinta Abu-Abu


Halilintar telah menyambar hati ini
Menumbangkan pohon cinta yang ku tanam sendiri
Namun tak ada satu pun yang peduli
Semua kini telah mati dalam kesepian sanubari

Dalam gulita berlangit hitam legam
Aku bercermin pada debu malam
Semua terlihat pudar terlalu sulit ku pandang
Kecuali jika ada dewi bulan dengan cahayanya yang terang

Ku lambaikan tangan pada dewi fortuna
Aku meminta keramaian dalam sepi
Tapi dia memberi pertikaian penuh ancaman
Aku meminta kehangatan dalam dingin
Tapi dia memberi api amarah yang membara

Lalu apa aku harus meminta berlian
Agar semua mendekati ku tiap detiknya
Sungguh aku rindu ketika di buai manja
Di gubuk kecil tapi bahagia

Yang aku mau dan aku butuhkan
Tidak lain tidak bukan, ya kalian
Kasih sayang tiada tara
Penuh cerita disetiap surya bersambung senja

Kini umurku kian lama berkurang
Sempatkah kalian pedulikan aku
Ketika cinta putih kita sekarang
Berubah menjadi keabu-abuan dalam kehampaan..

created by Sheli Rahmawati 

Persahabatan Kita (Shelovi)


Serangkaian balada yang tercipta dari kenangan kita
Hendak menari dilangit biru yang tenang
Eloknya bintang malam yang menjadi saksi bisu
pertemuan dua hati si peri senja dan dewi malam
Laaalaaliillii.. suara mereka bernyanyi merdu
dengan alunan sang banyu penuh harmoni
Inilah mereka, sahabat yang terikat tali kasih penuh mimpi

Sadarkah kamu siapa mereka ??
Aku, kamu, dan sahabat.. adalah mereka yang berdendang
dengan mahadaya ikatan persahabatan yang dahsyat
Yang telah menanamkan bibit cinta dalam pohon keabadian
Andai aku tak pernah berjumpa sahabat bak shafir sepertimu
Nyanyian kalbu hanya dapat memintal sajak harapan
Gemilang masa depan melangkah bersamamu, sahabat..

Ombak yang telah mengombang-ambingkan rekayasa imajinasiku
Perlahan mengantarkan ku ke dalam pelabuhan cinta kasih yang nyata
Ikatan tali persahabatan kita kini telah merajut benang takdir
untuk bersama sahabat, selamanya..

SEkalipun senja umur kita kan terbenamkan mimpi manis persahabatan kita
namun LOnceng harapan masih tetap dapat berbunyi syahdu
VIolin pun tak kalah tuh memetik senar kalbunya dengan merdu
agar nynyian hati selalu sampai pada kehidupan di alam yang abadi nanti..

created by Sheli Rahmawati

Perang Hati

Ku coba memantrai waktu agar patuhi aku
Menggenggam sentuhan rupa tuk mengejar rindu
Sepatah kata ku lemparkan dalam raungan lara
Mengenang buaian manja yang tak lama berjumpa

Mengayun gelombang kasih kita menuju labirin jiwa
Aku hanya bisa membawa sedetik waktu dalam sejuta cerita
Dalam perang melawan ego menjerit luka..
Telah ku coba memenggal amarah dalam relung jiwa

Putaran dunia mengalihkan bayangan kasih ku..
Seakan hidup enggan mati tak mau..
Menelan pahitnya perang diatas nama cinta
Dan terjatuh ke dalam belenggu nestapa terhampa

Yang menjadi lagu pendatang risau
Memejam kelopak mata diirisi tangisan sedu sedan
Menanti jemari pangeran hati mengusap lara
Dan mengubah seluruh tetesan mutia menjadi sebongkah permata

created by Sheli Rahmawati


Rabu, 02 Januari 2013

Renungan Kalbu


Senyap gulita tengah merenung dalam surau nan suci
Mendalami jiwa yang penuh gundah gulana
Yang terselip kalut menyelimuti kalbu

Disini aku menumpuk doa
Dalam kasih putih memuja-Mu
Menengadahkan tangan dalam sujudku bersyukur
Diatas sajadah kudus ku bersimpuh
Terjatuh akan renungan kalbu yang menyeru
Menimbun dalam-dalam segala penyesalan terdahulu
Dengan sajak doa penuh ampunan
Agar berjumpa pada waktu tiba yang akan menjelang

Tak henti mengucap sepenggal ayat yang merangkum segala khilaf
Berharap Tuhan mau memaafkan
Dan bersedia untuk mengarahkan ku ke jalan tak bersimpang
Dengan caranya yang penuh rahasia misteri

Semua kini kan berubah menjadi segenggam harapan bermakna
Percayalah Tuhan kan menuntun hambanya
Menunjuk jalan dalam pedoman yang tersirat
Menuju hari esok berlentera yang berpenggang pada firman-Nya

Menghadapi fananya panggung sandiwara
Bergantung pada kehendaknya yang Maha Kuasa
Tuk meraih titik mulia diantara pilihan Tuhan
Agar sampai pada tujuan akhir ke nirwana-Nya

created by Sheli Rahmawati

Puisi Mamah dan Papah

Kepadamu aku menengadah dalam sujud ku
Agar sajak harapku menjadi bara api mu yang tak padam
Sentuhan lembut jemarimu yang selalu erat menggenggam tangan ku
dan peluk hangatmu bak bunga jiwaku yang mekar...

Inginkan kalian selalu bersama adalah hal yang bidadari kecilmu inginkan
Hingga terbenamnya hari dan detik ku dialam yang fana ini
Dekapan sayang mu dalam lingkaran cincin di ragaku..
Akan selalu menjadi sebuah hadiah ditiap helaan nafasku

Ingin ku melayang kelangit ketujuh menggapai nirvana yang mempesona
Nyanyian hatiku selalu menjadi simponi dalam relung jiwamu..
Tebaran senyum mu akan menjadi tiara yang menghiasi kepalaku..
Agar engkau dapat merasakan genggaman cintaku
Yang Ku persembahkan lewat puisi untuk mamah dan papah..

Aku ingin engkau tahu mamah..
Memilih rahimmu sebagai tempat ku tumbuh dan lahir sebagai putri kecilmu
Adalah anugrah yang paling indah yang ku miliki..
Papah.. Sorot matamu yang tersimpan harapan..
Dan dengan kerja kerasmu yang kau lakukan penuh ikhlas
Mencerminkan sosok pahlawan jiwaku berperang melawan badai dan
rintangan
Semua kalian lakukan semata-mata agar aku bahagia..

Oh mamah.. oh papah...
Lihatlah aku.. bidadari kecilmu yang selalu menangis dikala bayi..
Tapi sekarang ku tumbuh menjadi putri yang manis..
Karena kasih sayangmu tak pernah berhenti sepanjang masa..

created by Sheli Rahmawati

AKU SAYANG KAMU



Andai mata bisa katakan apa yang ingin selalu dia lihat..
Kerlingan mata yang selalu menatap harap
Untuk memandang peri putih kecil yang bersemayam dalam hati..

Selalu mencoba melihat, namun mata ragu untuk menatap ke hati..
Angan-angan dalam menerka debu-debu pemilik hati
Yang sangat ingin mata ini lihat dengan pancaran kasih sayang..
Akan indahnya paras peri putih yang telah mengisi hati..
Namun mata hanya bisa merasakan keberadaan cinta
Goresan luka terdahulu telah terobati 
dengan datangnya peri putih tak bersayap..

Kasih sayang yang tulus telah menghapus hologram 
cinta semu menjadi cinta sejati..
Amplitudo cinta kita telah berhenti dalam harapan nyata..
Bagai simponi yang berharmoni dengan melodi..
Mengingatkan hari yang buat aku bahagia
Karena aku telah memiliki kamu..
Untuk selamanya mendampingi rapuh hati ini..

Dan menjadi belahan jiwaku sampai waktu mempertemukan kita
lagi di alam yang abadi..
Aku menyayangi mu.. wahai peri hatiku...

created by Sheli Rahmawati